Dampak Bullying pada anak yang harus diwaspadai orang tua!

Bullying merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang menyakiti dan mempermalukan seseorang. Tindakan bullying juga sering dilakukan secara berulang-ulang (dari waktu ke waktu) dengan tujuan untuk membuat korban menderita dan merasa tidak berdaya. Lalu, apa sih faktor penyebab dan dampak bullying pada anak ini terjadi?

Ada 4 faktor penyebab bullying pada anak, diantaranya yaitu:

  1. Faktor keluarga. Orang tua yang kerap melakukan kekerasan fisik (memukul, menampar, meninju, dsb) maupun kekerasan verbal (komunikasi kasar, penuh makian) kepada anak bisa menyebabkan anak menjadi pelaku bullying.
  2. Faktor sekolah. Kejadian bullying bisa saja berkembang akibat pihak sekolah yang kerap mengabaikan tindakan bullying, kurang ketegasan, dan minimnya konsekuensi atas tindakan bullying.
  3. Faktor pertemanan. Membuktikan diri “kuat” agar tidak dianggap lemah oleh teman-temannya bisa membuat anak melakukan tindakan penindasan.
  4. Faktor tontonan anak. Sejumlah 56,9% anak meniru adegan film yang ditontonnya. Mereka meniru gerakan yang diperlihatkan (sebesar 64%) dan kalimat atau kata-kata yang diucapkan dalam dialog film (sebesar 43%).

Dampak jangka pendek bullying pada korbannya:

  1. Syok.
  2. Cedera fisik (jika terkena bullying fisik), takut dan merasa tidak aman untuk datang ke tempat terjadinya bullying atau menghindari tempat tersebut.
  3. Cemas saat harus berpapasan atau berinteraksi dengan pelaku.

Dampak jangka panjang bullying pada korbannya:

  1. Konsep diri menajdi negatif.
  2. Penurunan nilai akademis, berkurangnya motivasi belajar dan bersekolah.
  3. Kecemasan, takut dengan suasana baru.
  4. Menutup diri dari pergaulan.
  5. Depresi.
  6. Bunuh diri.
  7. Menjadi pelaku bullying (tidak semua).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top